JendelaIndonesia.id – Game terbaru Ubisoft, Assassin’s Creed Shadows, mencatat pencapaian luar biasa dengan lebih dari 2 juta pemain dalam dua hari setelah perilisannya pada 20 Maret 2025.
Angka ini bahkan melampaui peluncuran dua game sebelumnya, Assassin’s Creed Origins dan Assassin’s Creed Odyssey.
Ubisoft mengumumkan kabar gembira ini melalui media sosial, menyatakan bahwa jumlah pemain terus meningkat pesat sejak hari pertama.

Saat hari peluncuran, game ini sudah dimainkan oleh lebih dari satu juta orang, dan jumlah tersebut berlipat ganda hanya dalam waktu 48 jam.
Di Steam, Assassin’s Creed Shadows mencapai puncak 60.086 pemain aktif bersamaan, naik signifikan dari 41.412 pada hari pertama. Game ini juga menjadi judul terlaris di platform tersebut, menandakan antusiasme tinggi dari para gamer.
Meski Ubisoft belum mengungkapkan angka penjualan secara resmi, lonjakan jumlah pemain menandakan performa pasar yang positif.
Sebagai perbandingan, Assassin’s Creed Origins mencatatkan puncak pemain aktif bersamaan di angka 41.551 sejak dirilis pada 2017, sementara Assassin’s Creed Odyssey mencapai 62.069 pemain saat rilis pada 2018.
Dengan tren ini, Shadows berpotensi menjadi judul Assassin’s Creed dengan jumlah pemain terbanyak di Steam.
Selain di PC, game ini juga tersedia untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S, meskipun angka pasti jumlah pemain di platform tersebut tidak dipublikasikan oleh Sony dan Microsoft.
Pencapaian jumlah pemain Assassin’s Creed Shadows berbanding lurus dengan respon positif dari para pemain. Di Steam, game ini memperoleh rating Very Positive, dengan 81% dari lebih dari 6.000 ulasan memberikan penilaian positif.
IGN memberikan skor 8/10 dalam ulasannya, memuji dunia terbuka yang kaya detail serta penyempurnaan sistem gameplay dari seri sebelumnya.
Eurogamer juga memberikan empat dari lima bintang, menyebut game ini sebagai “petualangan epik yang menangkap keindahan Feodal Jepang, dengan momen terkuat yang datang dari kisah pribadi dua protagonisnya.”
Harapan Baru untuk Ubisoft di Tengah Krisis
Kesuksesan awal Assassin’s Creed Shadows menjadi angin segar bagi Ubisoft yang tengah menghadapi tantangan finansial. Setelah serangkaian kegagalan, termasuk penjualan yang mengecewakan dari Star Wars Outlaws tahun lalu, Ubisoft dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk restrukturisasi dan potensi akuisisi oleh Tencent serta investor lainnya.
Di tengah tekanan industri, pencapaian Shadows membuktikan bahwa franchise Assassin’s Creed tetap menjadi salah satu aset terkuat Ubisoft. Dengan latar belakang cerita Feodal Jepang yang sangat dinantikan, game ini berhasil menarik perhatian pemain global.